Jika anda dah buat 1001 cara untuk grow bisnes,
tapi macam tiada significant results or growth,
boleh jadi bukan cara anda tu tak betul,
tapi ada halangan yang anda kena remove dulu, sebelum buat aktiviti grow business tersebut.
Tapi most of business owner tak nampak halangan atau masalah yang menghalang mereka untuk grow.
Disebabkan terlalu focus kepada pelbagai tasks yang kita pun tak tahu benda ni worth your time atau semuanya terasa penting.
No worries, saya nak share observation saya tentang 10 Common Issues yang Halang Bisnes Owner 5-6 Angka Sebulan Untuk Grow & Scale.
Ni observation saya dari 20+ business owner yang join inner circle program saya sejak April 2025 hinggalah August 2025.
Dan sebelum tu lagi, as a Marketing Provider, Consultant & Coach, saya dah jumpa beratus business owner, dan dalam 300+ bisnes yang saya dah go through all in their marketing department.
Dan saya dapat saksikan ada patterns yang kerap berulang untuk most of the businesses.
Saya akan breakdown 10 masalah common, kenapa ia berlaku, simptom yang anda boleh check sekarang, dan tindakan praktikal yang boleh anda ambil untuk mulakan perbaikan.
Baca perlahan-lahan, ambil nota, dan buat action plan.
Cuma saya suggest anda tonton dalam bentuk video untuk lebih jelas penerangannya :
Klik sini untuk video di Youtube.
Masalah No.1 Founder sibuk dengan benda yang tidak PRIORITI
Semua benda nampak urgent.
Semua benda nampak penting.
Tetapi realiti:
- Selagi cashflow dan sales tak stabil, anda tak ada business yang sihat.
- Anda kena prioritise nadi bisnes, sales & marketing.
Kalau founder busy handle perkara yang boleh delegate, itu salah satu punca anda stuck.
Symptoms:
- Founder masih handle closing sales personally walaupun ada team.
- Founder approve design, caption, iklan setiap hari.
- Founder terlibat dalam dispute pelanggan detail sampai lupa strategy.
Action practical:
- List semua task yang anda buat sekarang.
Tandakan:
A (only I should do)
B (delegate with supervision)
C (delegate fully) - Jika lebih 70% tugas boleh delegate, hire atau train.
Fokuskan 100% energy anda di marketing strategy dan scaling plan. - Make a RACI chart ringkas: siapa Responsible, Accountable, Consulted, Informed untuk setiap fungsi.
Masalah No.2 Marketing yang tidak konsisten
Marketing bukan sprint.
Marketing adalah repetitif, top of mind, terus-menerus.
Jika anda ingin sales konsisten, marketing mestilah konsisten.
Symptoms:
- Traffic naik turun, bulan bercukai, bulan sejuk.
- Ad-hoc campaign bila stok nak habis atau bila owner free.
- Tidak ada calendar marketing yang jelas.
Action practical:
- Buat marketing calendar 90-hari.
Tentukan content pillars, campaign pillars, dan budget ads per minggu. - Define “always-on” channels: contohnya email, FB ads retargeting, content platform.
On 24/7. - Allocate fixed budget month-to-month.
Jangan masuk keluar ikut mood.
Masalah No.3 Marketing team tidak bersistem & tidak berstruktur
Tiada KPI, tiada SOP, tiada alignment.
Result?
Banyak tenaga dibazirkan, leader cepat penat, dan output inconsistent.
Marketing team perlu struktur yang jelas: roles, SOP, KPI, reporting cadence.
Symptoms:
- Campaign execution lambat walaupun idea bagus.
- Material content conflicting (brand voice inconsistent).
- Team reactive, only fix urgent problem, tak execute strategy.
Action practical:
- Create org chart for marketing department:Content Lead
Ads Manager
CRM Lead
Creative Producer
Data Analyst (simple setup) - Define weekly sprint:Planning on Monday
Execution
Review on Friday - Monthly performance review with simple dashboard:CPL
CPA
ROAS
CTR
Conversion Rate
Masalah No.4 Sales flow penuh Kebocoran
Bila saya audit, banyak biz owners tak record atau tak tahu kenapa conversion rendah.
Contoh:
Leads banyak tapi landing page bounce rate tinggi, atau retargeting tak diaktifkan, atau funnel mempunyai friction pada checkout.
Kalau anda tak tahu at which stage leads drop, susah nak fix.
Symptoms:
- High traffic but low sales.
- High add-to-cart tapi low checkout completion.
- Low email open/click on promos.
Action practical:
- Map complete customer journey.
Dari iklan -> landing page -> cart -> checkout -> delivery -> post-purchase. - Track micro conversions:
Landing view -> lead capture -> checkout start -> payment success. - Use heatmap tools or simple user testing to find friction at landing page or check-out flow.
Masalah No.5 Offer, Brand Positioning & Pricing tidak Product-Market Fit
Banyak founder copy competitor harga tanpa kira kos.
Pricing tu bukan sekadar angka, ia refleksi value, positioning, dan margin.
Symptoms:
- Product bagus tapi slow sales.
- Prospek confused what you actually offer.
- Harga compare to competitor always jadi top discussion.
Action practical:
- Do a value ladder:
Free bait -> core product -> premium upsell.
Clear move-up path. - Pricing audit:
Calculate all costs. Saya ada checklist “9 kos penting” yang perlu dimasukkan sebelum letak harga. - Test positioning with small ad experiments:
Different messaging, different audience, different price.
9 Kos Penting untuk Pricing (ringkas)
- Cost of Goods Sold (COGS)
- Packaging & shipping
- Marketing & Ads cost
- Payment gateway fees
- Customer service & after-sales cost
- Returns & refunds allowance
- Operational overhead (rent, utilities)
- Staff salary & benefits
- Profit margin target
Neglect satu pun boleh buat margin negatif.
So calculate properly.
Masalah No.6Â Sales banyak tapi PROFIT MARGIN sangat rendah
Saya pernah jumpa bisnes ratus ribu sales setahun, tapi owner tak ambil gaji.
Itu bukan bisnes yang sustainable.
Symptoms:
- Sales tinggi tapi bank balance tak reflect.
- Cashflow squeeze tiap hujung/bulan awal.
- Owner tak ambil gaji atau ambil token sahaja.
Action practical:
- Do gross margin analysis per SKU.
Hitung contribution margin per product. - Focus on high-margin SKUs.
Push promotions to move margin-positive items. - Optimize acquisition cost:
Optimize creative, audience, landing quality to reduce CPA. - Negotiate supplier costs, bundle products to increase average order value (AOV).
Masalah No.7 Database tak diaktifkan
Database = gold.
Database ialah aset bernilai.
Bila diaktifkan, repeat purchase, referrals dan customer lifetime value (CLTV) naik drastik.
Symptoms:
- Rare follow-up after purchase.
- No segmentation, semua pelanggan dapat same message.
- No lifecycle marketing seperti welcome sequence, post-purchase, reactivation.
Action practical:
- Segment database:
New lead, one-time buyer, repeat buyer, lapsed customers, high-ticket customers. - Create automation:
Welcome series, cart abandonment flow, post-purchase cross-sell, reactivation campaign. - Implement simple CRM if you don’t have one (many affordables options).
Track LTV per customer segment.
Nota penting: Platform seperti Shopee atau TikTok Shop memang problem sebab limited database control.
Anda perlu strategi capture: lead magnets, WhatsApp capture, email opt-in, membership program untuk own customer data.
Masalah No.8 Content marketing teruk: tiada FOUNDATIONAL CONTENT
Semua orang tahu “content is king”.
Tapi banyak antara kita kejar views, buat benda yang trending dan harap masuk FYP.
Benda tu perlu buat tapi jangan semua content hanya itu.
Bila kita dah berjaya tarik orang masuk ke profile kita dnegan benda yang trending, dia perlu melihat pula Foundational Content yang buatkan dia rasa dia patut beli produk/servis kita.
Foundational content ialah content yang menjelaskan siapa anda, apa masalah yang anda solve, apa hasil yang boleh customer expect, social proof, dan cara nak start beli.
Ini penting untuk convert cold audience jadi warm.
Symptoms:
- High views tapi low follower-to-customer conversion.
- Content inconsistent brand voice and value proposition.
- Production ad-hoc, sometimes viral, mostly noise.
Action practical:
- Create content pillars:
Awareness, Education, Proof, Offer. - Foundation content examples:
“Why our product works”, “How to use”, “Before & After cases”, “FAQ” - Balance FYP-hunt content with foundational content.
70/30 ratio works: 70% value, 30% viral attempt (or adjust).
Masalah No.9 Ada staff tapi underutilize & tiada KPI
Banyak owner bayar full-time tapi kerja yang dilakukan cuma beberapa jam.
Tiada KPI, tiada measurement.
Hasil: kos naik, productivity rendah, staff tukar-ganti. Untuk scale, staff mesti mempunyai roles yang jelas,
KPIs yang measurable, dan review process.
Talent is expensive; kita kena pastikan ROI on payroll.
Symptoms:
- Staff kerja tak jelas. Anda selalu tanya “dah buat apa hari ni?”
- High turnover sebab staff frustrated atau confused.
- No measurable targets for roles.
Action practical:
- Define KPI per role:
Contohnya Content Executive: 12 posts/week, 3 creative tested per week, engagement growth 5% per month. - Weekly 1:1 review dan monthly performance appraisal.
- Use simple productivity tools (Trello, Asana, Google Sheets) to track tasks and time spent.
Masalah No.10 Tiada SOP = Tiada repeatable system = Tiada scaling
Simple:
- Tiada SOP, kerja orang buat tak standard, owner always firefighting, dan scaling terhenti.
- Bisnes yang nak grow mesti ada proses yang boleh di-replicate.
- Kalau satu-satunya orang yang tahu cara buat iklan, handle customer, dan close sales ialah founder, maka scaling bukan pilihan, ia mustahil.
Symptoms:
- Knowledge centralized pada founder sahaja.
- Setiap kali staff keluar, bisnes go back to square one.
- Execution inconsistent, results fluctuate based on who does the job.
Action practical:
- Document SOP for recurring processes: campaign setup, content approval, lead follow-up, order fulfillment, refund process.
- Use simple formats: short video SOP + checklist + Google Docs step-by-step.
- Train team on SOPs and test quarterly to update.
3Â MASALAH AKAR
Bila saya cuba simpulkan, semua isu tadi biasanya datang daripada 3 punca utama:
- Marketing yang tidak konsisten.
- Sales stuck dan tak grow
- Marketing team terlalu dependent pada founder (knowledge silo).
Kalau anda solve ketiga-tiga benda ini, inshaAllah semua problems/halangan tu pun akan beransur kurang.
We build foundation, system, SOP, KPI, and a repeatable marketing engine.
So how to solve?
Anda boleh selesaikan isu tersebut ikut cara anda,
atau anda nak saya bimbing dalam my inner circle program M2M Club untuk kita solve the 3 root issues?
How I coach founders in M2M Club, short peek
Dalam program M2M Club, kita bukan jual teori.
We do implementation bersama.
Saya duduk dengan anda, audit funnel, bantu setup SOP, strukturkan marketing department, dan train team.
Anda dapat direct access to me, bukan lagi just another course yang beli dan peram.
Kita fokus building a marketing department yang kuat, sebab it’s the #1 department untuk grow any business.
Kalau anda rasa macam “I’m doing all these things but still stuck”, kemungkinan anda suffer from at least 2-3 issues yang saya list tadi.
Dalam M2M Club, semua issue ni kita approach secara berperingkat.
Kita fix foundation, kemudian scale.
Saya selalu cakap: build the roof only after the foundation kuat.
Klik sini untuk info penuh : https://m2mclub.my/info
Klik sini untuk feedback dan daftar : https://m2mclub.my/join
Ada ke yang dah join dah berjaya?
Well saya tak dapat nak jawab lagi sebab saya pun baru launch beta testing April 2025.
Then start Phase 1 June 2025. Jadi sekarang ni dah ada lebih 25+ business owner dan brands yang dah join dan go through Phase 1.
Ada few sekarang yang dah masuk Phase 2 semasa artikel ini ditulis.
Saya masih sedang membina dan membantu bisnes mereka,
while in the progress why don’t you join the next intake and be part of the succcess stories?
Jika tentang feedback program saya ada several, boleh lihat di sini : klik sini.
Terima kasih baca sampai habis.
Buat tindakan kecil hari ini.
Start with one micro fix dan repeat.
InshaAllah bisnes anda boleh grow dan scale ke tahap yang anda impikan.
Jumpa anda dalam next share saya.
Jangan lupa ambil action.
Kalau anda serious nak scale, kita boleh work together step-by-step.